hari jumat kemarin, sambil menunggu mobil selesai diperbaiki di bengkel, saya menghabiskan waktu di dharmawangsa square. saat saya iseng mengeluarkan nokia E61 saya, terlihat ada beberapa hotspot, salah satunya adalah telkom hotspot. saya coba untuk mengakses internet dengan koneksi telkom hotspot ini. seperti pada umumnya layanan hotspot berbayar di tempat umum, muncul layar login, disertai keterangan di mana membeli kupon prabayarnya, walaupun sangat minim: silakan beli di dharmawangsa square. yeah, rite™. sewaktu saya coba google ivas micropayment, halaman informasi di plasa.com hanya menyebutkan bisa dibeli di outlet-outlet plasa telkom dan bisa dibeli melalui SMS dari telkomsel dan flexi, tanpa menyebutkan bagaimana caranya.
saya coba tanyakan ke bagian informasi dharmawangsa square, rupanya kupon prabayar bisa dibeli di kantor pengelola di basement. setelah saya sampai di kantor pengelola, saya dilayani oleh seorang karyawan yang mewanti-wanti bahwa biaya akses telkom hotspot ini mahal. jualan kok gak pede sih mas, hehe. ada dua nilai nominal kartu prabayar telkom hotspot ini, yang paling murah adalah 25 ribu rupiah belum ditambah PPN untuk pemakaian satu jam, dan satu lagi 50 ribu rupiah untuk 2 jam. awalnya saya pikir memang benar mahal sekali, kalau dibandingkan misalnya dengan IM2 prepaid, yang memberikan jatah akses 2 jam 10 menit dengan biaya 25 ribu (belum ditambah PPN juga tentunya). dan ternyata itu cuma harga yang tertera di kartu (harga yang tertera di kartu adalah 27.500 rupiah, sudah dengan PPN), pihak pengelola menjual kartu tersebut seharga 35 ribu rupiah untuk kartu nominal 25 ribu rupiah. mahal sekali untuk akses internet 1 jam!
namun karena saya hanya ingin mencoba akses internetnya, saya putuskan untuk tetap membeli. sistem autentikasi untuk username dan password murni hanya menggunakan numerik, berbeda dengan IM2 prepaid yang menggunakan gabungan alfanumerik. dan ternyata setelah login, saya diminta untuk menentukan seberapa besar akses internet yang diinginkan, ada beberapa pilihan, seperti 1 jam, 4 jam, dan seterusnya, yang sempat membuat saya bingung. akhirnya saya mengerti, ternyata kartu ivas tersebut merupakan semacam cash card, dan nilai nominal 25 ribu dari kartu yang saya beli ternyata bisa untuk membeli akses internet selama 4 jam! wah, ini sih berarti memang ada kesalahan informasi dari pihak pengelola dharmawangsa square. seharusnya telkom mengedukasikan cara pemakaian kartu ivas kepada para agen penjualnya.
jika dihitung dari harga nominal, akses telkom hotspot ini jauh lebih murah dibanding IM2 prepaid. dengan harga sama-sama 25 ribu rupiah, telkom hotspot bisa diakses selama 4 jam, sementara IM2 prepaid hanya 2 jam 10 menit. dan walaupun harganya ditambah markup menjadi seharga 35 ribu rupiah, jika dihitung tetap masih lebih murah telkom hotspot ini. sayangnya kartu ivas ini masih belum dijual luas, dan tata cara pembelian melalui SMS juga masih belum jelas.
tentu saja definisi murah di sini seharusnya tidak hanya bergantung pada lama akses, tapi juga kecepatan akses. pengalaman saya menggunakan IM2 prepaid di cilandak town square akhir-akhir ini tidak terlalu menggembirakan, akses relatif sangat lambat, hampir tidak ada bedanya dengan dial-up. sementara telkom hotspot ini saya cuma sempat coba gunakan untuk mengakses gmail dan yahoo messenger, relatif cepat, namun ini belum cukup untuk dipakai sebagai perbandingan untuk menggambarkan seberapa cepat akses internetnya. selain itu, mengingat mencari kartu ivas ini relatif tidak mudah, kemungkinan yang mengakses telkom hotspot secara bersamaan masih sedikit, sehingga jika dilakukan testing akses internet, mungkin hasilnya akan relatif cepat, seperti dulu sewaktu saya mencoba IM2 prepaid saat baru diluncurkan.
Leave a Reply to maratoga harahap Cancel reply