satu lagi koleksi airsoft saya, double eagle M50, yang merupakan replika dari Steyr Mannlicher SSG-69 PII. M50 ini termasuk jenis spring airsoft, artinya harus dikokang terlebih dahulu secara manual tiap kali mau menembak. di pasaran tersedia varian A dan P, dengan perbedaan varian P dilengkapi dengan red dot sight (terbuat dari plastik murahan dan kurang jernih, jadi tidak terlalu berguna) dan LAM, laser aim module yang walaupun terbuat dari metal tapi kurang rapi, sehingga tidak terlalu berguna juga karena sinar lasernya gampang tergeser secara tidak sengaja.
saya melengkapi M50 saya dengan sebuah riflescope 4×39 merek nikko-stirling, dan sebuah bipod metal. dari hasil poor man’s chrono dengan menggunakan kaleng pocari, BB hanya bisa menembus satu sisi kaleng, yang berarti kecepatan BB ada di antara 290 sampai dengan 310 FPS.
hasil uji coba menembak target dari jarak ± 7 meter (± 30 23 feet) menunjukkan akurasi M50 ini bisa diandalkan, dari 6 BB yang ditembakkan hanya yang pertama saja yang meleset di luar lingkaran kedua. penggunaan riflescope tampaknya sangat membantu tingkat keakurasian.
satu hal yang agak mengganggu adalah saklar pengaman (safe switch) yang sangat mudah tergeser, ditambah lokasinya dekat dengan bolt (pengokang), tiap kali mengokang, apalagi jika menggunakan sarung tangan, saklar mudah tergeser ke posisi aman, sehingga kadang kita gagal menembak akibat picu sedang terkunci. kapasitas BB dalam satu magasin adalah 24 butir, sehingga kita harus hati-hati setiap kali menembak agar bisa berhemat. belum lagi untuk mengokang kita harus mengubah posisi dari posisi menembak, membuat proses menembak relatif lebih lambat, jadi ini memang lebih cocok untuk sniping, bukan untuk assault.
Leave a Reply