indonesia raya, part deux


770 views
salah satu imbas dari kehebohan soal penemuan “rekaman asli” lagu indonesia raya adalah melonjaknya kunjungan ke blog saya ini, mencapai 770 view.
OMG INDONESIA RAYA ITU TERNYATA 3 STANZA!
ternyata banyak yang menganggap bahwa lagu indonesia raya yang terdiri dari 3 stanza, dan bukan 1 stanza seperti yang biasa dinyanyikan atau diperdengarkan, merupakan “penemuan baru”. salah satu contoh yang mengira 3 stanza ini baru terungkap:

wah, semoga sejarah lain tentang bangsa ini yang belum terungkap bisa segera terungkap… bisa jadi karena human error (kita nggak pandai mencatat), bisa karena kesengajaan, dll.

ada beberapa hal yang perlu diluruskan. pertama, sepenangkapan saya, yang dipersoalkan itu adalah ditemukannya rekaman dalam bentuk film yang dibuat tahun 1944. apakah yang ditemukan itu adalah pita seluloid yang menurut pemberitaan okezone berasal dari perpustakan (atau museum?) leiden di belanda, atau hanyalah salinan digitalnya, ini masih belum jelas, karena saya sendiri tidak yakin sebuah perpustakaan/museum leiden rela menyerahkan salinan asli pita seluloid-nya ke seorang roy suryo. saya sendiri lebih cenderung berasumsi bahwa roy suryo melalui berkas-berkas yang dimiliki oleh yayasan airputih menemukan salinan digital rekaman film tersebut dan lalu berusaha menelusuri asal dari salinan digital tersebut, dan sampai ke perpustakaan/museum leiden di belanda.
kedua, lagu indonesia raya berupa 3 stanza itu sudah diajarkan di sekolah-sekolah di indonesia. bagaimana bisa banyak orang indonesia sampai tidak mengetahui hal ini, sepertinya merupakan petunjuk tidak langsung mengenai kualitas pendidikan di indonesia. berikut dari diskusiweb.com, tentang seseorang yang memeriksa koleksi bukunya:

  • Indonesia Persadaku, penyusun W.S. Simajuntak, th terbit cetakan pertama 1984 , kode buku TT. 0016.02.1984 (Februari 1984?) terbitan Titik Terang hal 9 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 10 utk 2 stanza yg laen (cover warna hijau tua, kayanya ini yg umum dipake)
  • Cintaku Negeriku, Kumpulan Lagu Wajib dan Perjuangan, penyusun DS. Soewito M, th terbit gak jelas, cuma ada kode buku : T.T. 0102.04.94 (April ’94 kah?) terbitan Titik Terang hal 9-12 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 12 utk 2 stanza yg laen (dua edisi, satu edisi cover warna kuning telur, edisi yg lain cover warna biru)
  • Lagu Nasional dan Lagu Daerah, penyusun Joko Susilo, th terbit gak ada, penerbit gak ada hal 3 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 3 utk 2 stanza yg laen

jadi, lagu indonesia raya terdiri dari 3 stanza ini bukanlah sesuatu yang “baru terungkap”, seperti yang sudah saya berusaha jelaskan di tulisan saya sebelumnya. namun mengapa yang umum diperdengarkan hanyalah stanza (bait) pertama saja? jawabannya ada di peraturan pemerintah no. 44 tahun 1958, bab I, pasal 2, ayat 2:

(1)Pada kesempatan-kesempatan di mana diperdengarkan Lagu Kebangsaan dengan alat-alat musik, maka lagu itu dibunyikan lengkap satu kali, yaitu satu strofe dengan dua kali ulangan.
(2)Jika pada kesempatan-kesempatan Lagu Kebangsaan dinyanyikan, maka lagu itu dinyanyikan lengkap satu bait, yaitu bait pertama dengan dua kali ulangan.
(3)Jika dalam hal tersebut pada ayat 2 di atas, Lagu Kebangsaan dinyanyikan seluruhnya, yaitu tiga bait, maka sesudah bait yang pertama dan sesudah bait yang kedua dinyanyikan ulangan satu kali dan sesudah bait penghabisan dinyanyikan ulangan satu kali dan sesudah bait penghabisan dinyanyikan ulangan dua kali.

PEMBERITAAN DI OKEZONE
situs okezone yang merupakan tempat saya mendapatkan berita tentang hal ini, menulis artikel yang masih berhubungan: “Beredar Milis Penemu Lagu Indonesia Raya Asli Bukan Tim Air Putih”. di dalam tulisan tersebut, ada yang menarik perhatian saya:

Beberapa milis dan situs yang pernah mempublish itu antara lain, http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya,
http://yulian.firdaus.or.id/2005/03/09/hari-musik-nasional/
http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00346.html

hmm, di mana ya saya pernah melihat 3 URL di atas?
BANTAHAN DARI AIRPUTIH
dalam sebuah pemberitaan di metro tv, tertulis bahwa roy suryo memimpin tim air putih:

Lagu Indonesia Raya di Museum Leiden itu ditemukan beberapa ahli teknologi yang tergabung dalam Tim Air Putih pimpinan Roy Suryo. Menurut Roy, awalnya Tim Air Putih hanya ingin mencari dokumentasi gambar tentang Indonesia. Namun, dalam pencarian tersebut, Tim berhasil menemukan rekaman video berisi lagu Indonesia Raya.

menanggapi pemberitaan tersebut, di milis telematika tertulis bantahan sebagai berikut:

  1. Tim Yayasan AirPutih tidak pernah dipimpin oleh Roy Suryo untuk kegiatan ini maupun kegiatan lainnya
  2. Roy Suryo juga bukan anggota Tim Yayasan AirPutih, beliau simpatisan saja
  3. Tim Yayasan AirPutih tidak secara khusus memiliki program pencarian seperti yang diberitakan, baik itu yang bersifat bantuan kepada pihak lain, maupun riset secara khusus terhadap material-material kuno seperti diberitakan
  4. Yayasan AirPutih tidak memiliki kompetensi di bidang kesejarahan maupun di bidang penelitian material kuno maupun peninggalan-peninggalan
  5. Kegiatan pengumpulan material ini dari berbagai sumber, dilakukan Yayasan AirPutih tidak secara resmi, hanya dimaksudkan sebagai hobi, ketertarikan pribadi anggotanya dan sebenarnya digunakan untuk kepentingan sendiri.

KARAKTER ASINAN
karakter asinan adalah sebuah idiom khas di milis id-gmail yang merupakan pelesetan dari character assasination. istilah character assasination ini adalah istilah yang sangat sering ditujukan oleh roy suryo ke orang-orang yang pendapatnya berseberangan dengannya. pada kenyataannya, hal sebaliknya yang selalu terjadi, seperti insinuasi yang dilakukan oleh roy suryo terhadap des alwi:

Bagaimana dengan pengakuan Des Alwi, dia kan juga mengaku punya rekaman asli Indonesia Raya?
“Boleh saja dan mungkin saja Pak Des Alwi punya. Tapi, kenapa beliau tak menyerahkannya ke negara? Rekaman asli Indonesia Raya itu kan mestinya milik negara?” Roy balik bertanya.

Roy lalu menjelaskan bahwa dia tak bermaksud menjadi orang yang pertama kali menemukan dokumen rekaman Indonesia Raya versi 3 stanza. Dia hanya orang yang kebetulan menemukan dokumen itu, lalu menyerahkannya ke negara. Itu saja.

“Kalau ada orang lain yang mengaku lebih dulu menemukan atau memiliki dokumen itu, ya silakan saja,” kata Roy. “Saya malah curiga ada kepentingan ekonomi pada diri orang-orang yang selama ini menyimpan dokumen itu, tapi tak segera menyerahkannya pada negara.”

terlepas apakah pernyataan roy suryo di atas merupakan karakter asinan atau bukan, penjelasan des alwi seperti yang dikutip oleh metro tv seharusnya sudah sangat menjawab pernyataan roy suryo tersebut:

Menurut Des Alwi, sejak 1954 hak kepemilikan atas lagu tersebut telah diambil alih oleh pemerintah melalui Kementerian Penerangan. Setelah dimiliki pemerintah, rekaman tersebut kemungkinan hilang pada `50-an.
Dalam sebuah surat dari Kementerian Penerangan tertanggal 11 November 1953 yang ditunjukkan Des Alwi disebutkan bahwa pemerintah meminta kepada Yop Kim Tjan agar lagu tersebut dimiliki oleh negara dan melarang reproduksinya.

berdasarkan keterangan di atas, saya tidak melihat adanya kepentingan ekonomi yang bisa didapatkan oleh des alwi.
PENUTUP
sebagai penutup, dalam sebuah pemberitaan lain di okezone, dikabarkan katon bagaskara dan nugie akan menyanyikan lagu indonesia raya dengan tempo sesuai dengan rekaman film tersebut:

Kemudian menurut Roy, setelah melihat rekaman asli yang diproduksi oleh Chuuoo Sangi-In (DPR zaman Jepang, red) pada September 1944 itu, Katon dan Nugie ingin sekali menyanyikan kembali Indonesia Raya versi asli dengan tempo sesuai aslinya. ”Mereka berdua tertarik ingin menyanyikan lagu itu sesuai irama aslinya,” jelas Roy.

saya hanya berharap mereka (roy suryo, katon dan nugie) sudah mempelajari terlebih dulu peraturan pemerintah no. 44 tahun 1958, terutama pada bagian bab V, pasal 8, ayat 2:

(2)Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini.

UPDATE

  • Roy Suryo Dipanggil Menbudpar dan Mensesneg
    Terhadap tuduhan bahwa penemuannya tidak baru, Roy malah balik mempertanyakan kenapa tidak pernah diungkap sebelumnya. “Ada di mana lu? Kenapa mereka baru ngomong sekarang. Itu kan seperti pahlawan kesiangan,” kilahnya.
  • Tak Benar ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza Ditemukan di Server Belanda
  • Roy Suryo Diduga Sekadar Ngopi Harddisk Air Putih
  • Air Putih Akhirnya Buka Mulut
    Air Putih juga membenarkan bahwa klip Indonesia bernilai sejarah yang tinggi tersebut tidak ditemukan di sebuah server di Belanda seperti yang banyak diberitakan oleh sejumlah media selama ini. Klip tersebut telah berada di harddisk salah satu notebook milik Air Putih cukup lama, tetapi tidak dapat dipastikan kapan didownload-nya dan oleh siapa tepatnya.
  • Roy Suryo: Ke Mana Saja Mereka Selama Ini?
    Dengan munculnya kritik dan cercaan berbagai kalangan terhadap dirinya yang mempertanyakan asal-usul dan otentisitas kepemilikan hasil temuan Indonesia Raya tiga stanza tersebut, Roy mengibaratkan masalah itu bagaikan kisah Telur Columbus.
    “Ini semua ibarat kisah Telur Columbus, dimana semua awalnya diam, namun giliran muncul saling berdebat,” kata Roy.

    catatan: kisah telur columbus merupakan analogi bahwa setiap orang bisa melakukan sesuatu hal setelah diberitahukan caranya.
  • Roy Suryo: Mereka Ibaratnya Tukang Kebun
    “Mereka (beberapa aktivis Air Putih) nggak quotable. Kenapa mereka yang di-quote tapi bukan ketuanya? Setahu saya, sepanjang saya mengerti, yang berhak bicara mewakili Air Putih hanya mas Heru Nugroho (Dewan Penasehat Air Putih – Red.),” ujarnya.
    Roy pun mengibaratkan sejumlah aktivis Air Putih tersebut sebagai tukang kebun. “Ibaratnya di Istana, SBY juga punya tukang kebun. Tapi apakah tukang kebun itu layak di-
    quote statement-nya? Jadi, kalau mereka tidak mengerti dan tidak tahu pasti apa yang saya dan mas Heru Nugroho lakukan, buat apa memberikan statement kalo mereka tidak mengerti,” tegasnya.
    catatan: dalam struktur organisasi airputih, ketuanya bukanlah heru nugroho, melainkan ahmad suwandi, orang yang dianggap sama dengan tukang kebun oleh roy suryo.
  • Air Putih: Belum Koordinasi, Roy Suryo Nyolong Start
  • Catatan Air Putih: Kepingan Sejarah Indonesia Digital
    Teknologi, bagaimanapun adalah suatu kemajuan yang selain meningkatkan peradaban dan sekaligus mengakibatkan berbagai dampak, namun juga memberikan banyak potensi baru yang menarik secara komersial (bisnis). Sayangnya, isu teknologi di Indonesia malah hanya dijadikan komoditas politis dan popularitas. Sementara substansinya tak tersentuh.
,

113 responses to “indonesia raya, part deux”

  1. tulisannya yang ini lebih jelas dan lebih lengkap om ganteng. dan tentu saja, lebih MENOHOK! huahahaha..
    duh, sakit perut…. terlalu banyak ketawa melihat aksi si pakar… 😛

  2. Barusan tadi sore melihat berita di TV. Menkoinfo berkata “… sebaiknya pemerintah mengeluarkan kebijakan berkaitan dengan temuan RS…” 🙂 (no comment deh)

  3. Pemerintah [dan RS] kayaknya sok heboh banget ama penemuan itu. biasa aja napa … dia kan cuma “mengingatkan” barang yang dilupakan oleh sebagian orang, bener2 deh bangsa dalam tempurung.
    waktu saya masih SD di kampung halaman saya aja sering dengar versi yang “itu”, mertua saya yang guru SD juga masih punya bukunya (mungkin salah satu buku yang disebutkan di atas), lha wong itu buku banyak dipakai di sekolah2.
    Udah deh, om roy … balik ke pohon sana, apa mau dipulangkan ke desa naik truk pasir?

  4. “Tong Kosong Bunyinya Nyaring”. Itulah yang saya rasa dari statement statement yang sering dikeluarkan oleh Roy. Caranya membeberkan informasi yang serba bombastis, sudah layaknya jurnalisme koran kuning atau tukang obat jalanan. Dan dia selalu menggunakan media (di) Indonesia yang juga suka berita bombastis, walau media juga tidak sepenuhnya salah, kan tugasnya cuman memberitakan, bukan menganalisa. Coba kalau Roy diminta membuat jurnal atau paper ilmiah, dengan analisa dan latar belakang rasional, kemungkinan besar isinya pepesan kosong, padahal selama ini selalu memakai latar belakang civitas academica UGM. Analisanya sedemikian dangkal, untuk seorang yang mengaku sebagai dosen.
    Tapi di lain pihak, saya sebagai orang yang pernah se-almamater dengan Roy Suryo ini, cukup bangga bahwa rekan saya ini telah menjadi seorang yang sukses, sebagai ………………. pelawak digital.

  5. Emang dari dulu ada banyak lirik lagunya, kan.
    Liat aja di buku lagu2 Nasional yang panjang itu. Yang depannya ada gambar relief candi.
    Disitu lirik lagu Indonesia Raya ada beberapa versi.

  6. Saya benar benar gatal baca komentar Roy yang ini :
    http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2007/bulan/08/tgl/06/time/074213/idnews/813523/idkanal/10
    Kami bukan ahli sejarah. Kami coba memperkaya sejarah. Kami tidak pernah mengklaim ini jadi milik pribadi,” terangnya.
    Terhadap tuduhan bahwa penemuannya tidak baru, Roy malah balik mempertanyakan kenapa tidak pernah diungkap sebelumnya. “Ada di mana lu? Kenapa mereka baru ngomong sekarang. Itu kan seperti pahlawan kesiangan,” kilahnya.
    =====================================
    Roy, roy, kita itu satu SD, SMP dan SMA di Yogya. Dan saya sejak SD sudah tahu di buku nyanyian jaman SD kita kalo Indonesia Raya itu 3 stanza. Gue gak sekelas sama elo waktu SD, jadi gak tahu elo ngapain aja di kelas. Tapi kalo elo perhatian di mata pelajaran Kesenian dan Bahasa Indonesia mestinya tahu. Kenapa kita kita pada gak ribut soal ini? Karena sudah tahu dari dulu, sejak SD sudah dikasih tahu dan mengerti. Pakai nuduh orang lain pahlawan kesiangan pula? Justru kamu lah Roy, yang jadi pahlawan kesiangan. Ngaca dulu ah, bikin malu almamater aja.

  7. iya niy, lagi tren menjelang agustusan, koq lagu “indonesia raya ” versi 3 stanza kontroversial sekali yaa, padahal saya juga dah dapet waktu es-de

  8. cerita masih panjang. perlu ada sekuel baru untuk artikel ini. apalagi pernyataan tentang “tukang kebun”, harus ada ulasan nih 😉

  9. walahhh …
    mo 3 stanza mo 13 … mo 700 …
    emang bisa bikin korupsi ilang ?
    kirain nemu sumber minyak yg gak bakal habis 700 juta turunan. kalo itu mah, bolehlaa …

  10. hayo priyadi mo ngomong apa lu… abang gue punya cem-ceman baru. pasti lu sedang kebakaran jenggot khan… 🙂 )

  11. *kekeuh*
    AKU DARI SD, TH 1986-AN UDAH TAU LAGU 3 STANZA INI KOK.
    Huuhhh…
    apa perlu aku obrak abrik cari buku yg berisikan lirik lagunya??

  12. Ya jangan terlalu di biarkan karena saya perhatikan RS terlalu over acting bahwa ini penemuan dia, padahal saya waktu SD pernah dapat pelajaran lagu Indonesia Raya 3 stanza di SDN Sukarasa III gegerkalong di Bandung, hanya dijelaskan oleh Guru Kesian bahwa yang digunakan untuk upacara dan acara kenegaraan lainnya cukup 1 stanza saja karena ini sdh merupakan keputusan pemerintah di tahun 58 katanya.
    Demikian waktu Guru kesenian kelas 4 menjelaskan sejarah lagu Indonesia Raya, hmmm mungkin sang Guru ( Pak Omo) sudah sangat tua atau Almarhum sekarang dan saya sayangkan RS mencari nama untuk kepentingan pribadi, padahal jelas sekali kok Guru tsb mengajarkan kepada saya tentang sejarah Indonesia raya tsb.
    Hal ini saya pun sdh tahu lama, hanya liriknya saya lupa.
    dan yang lebih penting lagi sejarah yang belum terungkap penelusuran bangkainya mobil jendral malaby saat 10 Nop 1945, karena orang tua saya M. Sjai Sandjojo (alm) sebagai pelaku pernah ngomong mobil itu dilarikan bersama teman-temannya dari Jembatan merah ke kota Solo setelah jendral Malaby terbunuh dalam pertempuran heroik di jembatan merah. Sejak itu orang tua saya bergerilya bersama pasukannya dengan nama Pasukan Leo hitam di daerah solo, salatiga, ambarawa dan dan sekitarnya. (mungkin bisa di ungkap dimulai dari musium perjuangan di kota Solo)
    Saya berani ungkapkan ini karena cerita ini pada tahun 1985 bersama beberapa temannya angkatan 45 dari Jawa Timur dan Solo yang berdinas di milter pindah ke Bandung (setahun kemudian meninggal di RS Dustira Cimahi pada tahun 1986) menceritakan kepada saya tentang ikut serta terlibat 10 Nopember 1945 tentang membawa lari kendaraan Jendral Malabi sebagaimana cerita diatas dan menjadi kebanggaan saya walupun belum terbukti.
    Mudah2 an para ahli sejarah ada yg bisa membuktikan bahwa mobil tsb benar-benar dibawa ke kota Solo dan siapa saja pelakunya.

  13. Bingung mau ngomong apa. Pastinya gak berenti nyengir sejak “pemberitaan di okezone”.
    Apakah tukang kebun sudah menjelaskan posisi dirinya dalam memberi keterangan untuk pers? Heibat euy tukang kebunnya, nya’. Meni tidak sombong dan kalem wae di’tunjuk’ idungnya sama om uyo
    @sandynata: bahasan lagu ini gak dimasukin ke blog hoax?

  14. Lagu aja diperdebatkan dan dibahas!!!
    Coba kita renungkan kasus2 besar di negeri ini…..
    seperti Lapindo, PT.DI, hilangnya aktivis, dan rakyat yang masih terlebelakang taraf hidupnya……
    Kita gak usah bahas yang kira2 bikin rakyat gak sejahtera….
    Lagian kalo kita bahas zaman sekarang sangat terlambat, karna indonesia udah diambang kehancuran bagi rakyat yang memohon perlindungan pada pemuka negeri ini…..
    Coba bayangkan, apakah wakil rakyat benar2 memikirkan dan MEMPERJUANGKAN amanah rakyat hingga terealisasi dengan seutuhnya….., saya belum pernah mendengar berita tentang rakyat yang benar2 merasa diperjuangkan hingga terealisasi sesuai harapan…., kayaknya itu hanya angan?
    Jadi ga usah repot2 mikirin lagu yang kira2 ga bisa bikin rakyat sejahtera, Terimakasih

  15. Hi Roy!
    des alwi itu ibarat perpustakaan hidup, dia mendedikasikan hidupnya untuk mengumpulkan dokumentasi mengenai indonesia termasuk tokoh2nya (diantaranya soekarno, hatta, syahrir). gue 100% yakin dia gak punya kepentingan ekonomi menyimpan sang indonesia raya selain untuk dokumentasi semata. sering lo koleksinya dipake di tipi, apalagi menjelang agustusan gini… perhatiin deh.

  16. Pakar telematika, pakar pesawat, pakar aerodinamika, pakar geologik, pakar statistik fisika, pakar hukum, pakar pornografi, pakar pembangunan, pakar telekomunikasi, pakar showbiz televisi, pakar sejarah. Wahai LUAR BIASA-nya engkau.
    Salah satu darah ningrat yang tidak tahu adat. Tapi, setidaknya “penemuan” Roy Suryo membangkitkan rasa nasionalis (atau penasaran?) bangsa ini.
    Politik, Bisnis, Birokrasi, Mafia dan Darah.
    http://phoenixblood.wordpress.com/

  17. wah mas ROY SURYO punya blog wordpress ga ya? kok ga mampir ke blog kita untuk kasih komentar 🙄
    ga penting itu file dari mana intinya kita telah temukan kembali sejarah yang tersingkir (atau di singkirkan ya?) 😀

  18. Tadi pagi ada tuh berita dia konpres bareng menteri budaya Jero Wacik di Ingpotemen GoSpot…..
    Bangga bener si Mr Kumis sebagai “penemu” pertama kali bahwa lagu Indonesia Raya itu 3 stanza.
    Nyokap nyeletuk “oh Roy Suryo baru tau ya lagu Indonesia Raya itu aslinya 3 stanza? mamah dulu dikasih tau kok sama guru kesenian, cari sensasi aja, kalo nimbulin keresahan sama orang yg awam gimana?”
    heuaheauheauheau =)) nyokap yang ga ngerti siapa itu roy suryo aja bisa bilang begini…

  19. Mungkin RS ingin dianggap sebagai orang yg merubah sejarah, jadinya setiap upacara sekolahan hari senin atau upacara kemerdekaan 17-an sebelum nyanyi lagu Indonesia Raya akan diumumkan seperti ini:
    “Mari kita nyanyikan lagu Indonesia Raya yang di temukan oleh Roy Suryo”
    ;))

  20. Heh ngomongin saya ya!!
    Kalian iri kan gw ngetop? Plis deh kaya ga ngerti gw aja..
    Ga usah terlalu di gede2in yang ginian sih..
    bntar lagi gw mo publish sensasi baru!
    bahwa dulu bendera kita warna nya MERAH PUTIH, ini serius lho gw baru dari perpustakaan seluruh dunia kmarin untuk research hal ini..
    perputakaan nya namanya google.com
    PUAS..PUAS..PUAS!!!

  21. #ryo
    eh ada posting nyasar tuh.. di atas ..
    #yang nyasar
    mbok ya bikin blog sndiri napa? kok malah nunut di kolom komentar orang laen, OOT pula ..

  22. ngakunya ahli tp qo kampungan….
    teks 3 stanza udah ada dari dulu kalleee!!!! baru sekali dengar aja gw langsung inget, itu kan diajarin jaman SD!!ada di kumpulan duku lagu-lagu wajib, yang depannya warna biru, yang ada foto ukir-ukiran candi borobudur itu loh…
    anak sd jaman sekarang yang ga pernah belajar lagu-lagu wajib, jadi pada ga tau eksistensi 3 stanza ituh…
    ato sang ahli yang ga lulus sd, jd ga tau!!!
    kasian wr supratman, smoga arwahnya tenang di alam sana, amien…

  23. kok ga ada ya wartawan yang mau mengulas tentang indonesia raya ini secara tuntas…biar bunuh dirinya bener2 kesampaian…dan paling ga, ga menyesatkan orang2 kecil yang ga tau apa-apa tentang negara ini (gimana mau tau, nyari makan aja susah!)

  24. selintas pernah terdengar (di radio) bahwa om Roy mau mengecheck keaslian rekaman itu dengan meneliti sampai ke pixel2nya…. asli gw ngakak dengerinnya…. huebat banget yah… bisa menentukan asli tidaknya film seluloit-based dengan ‘pixel’.
    ABCD

  25. Kalo misalkan Roy suryo mengatakan hal yang “baru”…
    JUstru siapa yang selama ini kemana aja?
    Risetnya Keren………..
    Saking ngerasa orang yang sudah tau dunia.. di negeri sendiri ga diperiksa dulu….. padahal jelas jelas negeri kita tercinta……
    Saksi sejarah ada…. Musium kan Indonesia juga punya….. Ga Cuman Belanda aja yang punya musium……
    Hanya saja ada yang perlu diperhatikan disini kalau kita pergi ke beberapa museum di Indonesia terkadang sering miris sendiri… sepi…. paling cuman dua orang yang datang….
    GILA APA?
    Kemudian yang bermasalah lagi adalah…..
    Petinggi Negara Kita (sebagian seeeeh!!!)
    Masak….. Dokumen negara sendiri aja kagak tau….
    bukannya umurnya juga sudah rada2 tuwir…….
    Masak Peraturan yang dikeluarkan sama negara sendiri aja kagak tau?????
    Selama ini kerja mereka apaan seeeeh????
    Ngitung duit…..???? Berapa ya? harga negara ini kalo dijual?? (mungkin itu yang dikerjainnya?)
    Udah gitu ramai ramai pengen beli Laptop biar disebut pakar Informatika seperti Ryo Suroy

  26. Jadi mana URL yang harus saya kunjungi untuk daptar petisi supaya si Roy Suryo ini STFU selamanya ?
    Terlalu banyak dikasih angin si roy ini, lama2 ngelunjak. Sudah waktunya emang dikasih sedikit “sentilan” secara publik.

  27. Jadi kepikiran.. Kalo kita nyanyiin 3 stanza itu, kalo upacara Bendera bakal berapa lama ya kita hormat.. alhasil kalo dari dulu udah nyanyiin itu secara lengkap bangsa indonesia bakal punya generasi yang memiliki lengan kuan nann padat soalnya seminggu sekali (tiap upacara hari senin) ada latian penguatan lengan,… hehehe
    kebayang juga para pengibar bendera harus pelan pelaann mengerek sang merah putih biar pas lagunya abis pas nyampe diujung tiang.
    hehehe
    Merdeka !!

  28. Hmm… katanya, kalau mau jadi orang sukses, ngga bisa hanya dengan ilmu, tapi juga harus bermodal tampang seperti mas Roy Suryo. 😀
    Sayang sekali beberapa orang sudah terlanjur tahunya kalau penemu lagu kebangsaan Indonesia yang 3 stanza ya Roy Suryo, habis itu ngga diurus lagi (tipikal orang kita?). Soalnya ini sempat jadi bahan bahasan pelajaran di sekolah.
    Salam kenal, pak. 🙂

  29. Wah RS memang jago untuk jadi perhatian publik ya… Lha wong cuman ngasih tahu (padahal di SD kita udah di kasih tahu sm bu guru) kalo Indonesia Raya ada 3 stanza aja langsung dibahas rame-rame.
    Itulah hebatnya dia. Lha ada yang pakar dan ahli udah ngomong sana-sini di blog, di milis, tp ga pernah nongol di tv karena kurang marketing. Jd ga usah ngiri kalo kalah ngetop. ha..ha..ha..
    Yang baru bagi saya ya “stanza” itu. Dan “stanza” jd ngetop di kalangan non musik. Wong dulu tahunya cuman Dedi Stanza.
    Salam kenal…

  30. Cuma numpang tanya, Pak, kenapa ya orang2 (setidaknya di blogosphere) lebih meributkan klaimnya Roy Suryo? Saya rasa sih Indonesia nggak akan hancur hanya karena Roy Suryo kegeeran merasa menemukan apa yang sudah ada 🙂
    Saya pribadi sih lebih prihatin karena seorang petinggi negara ternyata tidak tahu sejarah ini, dan malah mengeluarkan asumsi terburu-buru.
    Saya rasa ini yang lebih mengkhawatirkan untuk bangsa ini.. bukan pendapat (waham?) seorang individu yang [walaupun mungkin cukup terkenal] tapi bukan pucuk pimpinan negara 🙂

  31. 100!!!!
    Perasaan…
    Ada di buku lagu-lagu wajib gw pas SD+SMP dulu…
    Ditulis komplit lirik lagu Indonesia Raya… Apa mas Roy Suryo ga SD yagh?? Kekekekekk

  32. alaah…ribut2 suryo!
    biarin dia ngoceh sendiri, qt pura2 bego aja, kasian kan klo dicuekin. Gitu aja ko repot. Bahasa Arabnya keringetan? Sya’afe deeh..

  33. surat dari leiden
    berikut adalah isi mail dari universitas leiden, menjawab pertanyaan priyadi soal klaim roy suryo bahwa beliau mendapatkan rekaman video tersebut dari leiden:
    From: “Compaan, M.F.J.”
    Date: Today 14:21:14
    Dear Sir,
    Thank you for your message…

  34. “Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini.”
    Secara pribadi, buat saya aturan ini sebenarnya aturan yang sudah “agak ketinggalan jaman” dan seharusnya direvisi ulang. Sekarang bukan jamannya lagi “Penyakralan” lagu kebangsaan. Yang ada adalah penghormatan dan rasa memiliki dan mencintai dengan persepsi masing-masing. Bayangkan saja, Russia dan Mongol yang bekas negara Komunis saja lagu kebangsaannya bisa digubah dengan berbagai versi.

  35. asik banget baca tulisannya boss… kalo sharing info selalu ente analyticalnya mendalam dan investigative… nambah ilmu terus abah nih.. untung dapet pembelajaran dari ente ini bisa gratis.. coba kalo bayar wah pasti bisa tekor deh.. pengin belajar terus soalnya.. ehuehuhe..
    keep your good blogging buddy.. bakal jadi pembaca setia deh.. hehehe

  36. […] aduh om oy (roy suryo) cari sensasi lagi, cape deee. Heboh banget, padahal dari doeloe yang memang sudah ada 3 stanza gitu loooohhhh, cape deeh (lagi). Nah kalo ngomong nemuin videonya di server belanda itu tambah ngaco lagi…. cape deee (lagi)…. di internet udah ada tuh videonya (di youtube) dari dulu, 19 des 2006….. ribut amat sehhhh, udah gak laku yeeee…. yang mo baca dari blog temen yang protes, nih, nih lagi, ini lanjutannya […]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *