awalnya adalah pemberitaan di detik: Jenderal, Beginilah Cara Saya Korupsi. isinya tentang bagaimana dua orang turis asal kanada merekam secara diam-diam kejadian saat mereka diberhentikan oleh polisi di bali sewaktu mengendarai motor sewaan tanpa membawa SIM, Surat Ijin Mengemudi.
rekaman insiden turis asing dengan polisi di bali
Bola kini ada pada petinggi polisi di Bali untuk mengusut rekaman ini. itulah kalimat penutup berita di detik tadi. berita ini juga sempat dibahas di forum detik, dengan beberapa pendapat yang pro dan kontra.
keesokan harinya ternyata berita ini masih dibahas di detik, dengan judul Kuta Sana, Kutu Sini, yang mengaitkan rekaman insiden tadi dengan Visit Indonesia Year 2008. rupanya baru setelah pemberitaan ini ditayangkan, muncul reaksi dari humas polri, seperti yang diberitakan di detik: Polri Sangsikan Video di Youtube.
“Gambar bisa dimanipulasi dan direkayasa. Ini ada maksud tertentu, patut dicurigai,” kata Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Sisno Adiwinoto saat dihubungi per telpon di Jakarta, Sabtu (1/12/2007).
Komentar di atas mengingatkan saya pada komentar seseorang dalam kasus Indonesia Raya pertengahan tahun ini:
“Saya malah curiga ada kepentingan ekonomi pada diri orang-orang yang selama ini menyimpan dokumen itu, tapi tak segera menyerahkannya pada negara.”
sepertinya memang sudah menjadi template alias standar baku jawaban pembelaan diri dari orang-orang indonesia sini.
Leave a Reply