
WDTV adalah sebuah media player buatan Western Digital. salah satu keunggulan dari WDTV ini adalah murah (USD 99 di negara asalnya, sekitar 1.25 juta rupiah di situs rakitan.com (entah mengapa WDTV ini ditaruh dalam daftar harga HDD 3.5”):

dengan harga semurah itu, WDTV ini bisa memainkan file MKV 1080p, alias Full HD. konektor yang tersedia adalah Composite dan HDMI. kekurangannya adalah belum bisa melakukan decoding audio DTS, hanya bisa passthrough atau dengan script mkvdts2ac3, menambahkan track AC3 ke dalam MKV tersebut. kekurangan lain yang tampak jelas dibandingkan dengan NMT, Networked Media Tank adalah tidak adanya koneksi ke jaringan lokal.
untunglah banyak bermunculan hack firmware WDTV di internet yang bisa mengatasi kekurangan tidak bisa terkoneksi ke jaringan lokal, dan yang sudah saya coba adalah WDLXTV. setelah mengunduh firmware WDLXTV, saya juga mengunduh tambahan aplikasi:
- NFS plugin, agar bisa terkoneksi ke shared NFS dari media server (saya tidak memilih samba karena relatif berat dan lambat)
- pureftpd plugin, agar bisa transfer file langsung ke WDTV
- dropbear SSH plugin, agar bisa melakukan SSH ke WDTV
hal berikutnya adalah mencari USB Ethernet, dan kebetulan rakitan.com menjualnya juga dengan harga murah, 65 ribu rupiah:

chip yang dipergunakan pada USB murah meriah tersebut kebanyakan adalah MCS7830, yang memang sudah didukung oleh WDLXTV ini. untuk memastikannya, coba saja ditancapkan dulu ke sebuah linux box dan ketikkan perintah lsusb, nanti akan ditampilkan chip yang dipergunakan.

langkah berikutnya adalah melakukan flashing firmware WDLXTV ini, caranya cukup mudah, unzip semua file firmware tadi ke dalam USB drive yang biasa dipergunakan untuk WDTV ini, nanti akan muncul menu untuk menawarkan update firmware, ikuti saja terus (hati-hati jangan sampai di tengah proses terjadi mati listrik). plugin-plugin di atas bisa sekalian ditaruh ke dalam USB drive tadi. jika prosesnya lancar, maka WDTV akan terupdate menjadi WDLXTV.
matikan lagi WDTV (tidak cukup mematikan dengan remote, harus cold reset alias mencabut power dari WDTV), tancapkan USB Ethernet-nya dan sambungkan ke jaringan lokal yang sudah ada DHCP servernya. untuk troubleshooting, lihat log dari server DHCP, apakah ada permintaan alokasi IP dari WDTV ini. selain itu, ini juga satu-satunya cara untuk mengetahui IP yang didapatkan oleh WDTV. jika berhasil mendapatkan IP, kita bisa konek ke WDTV via jaringan. proses booting WDLXTV akan menjadi relatif lebih lama ketimbang WDTV versi normal, bisa memakan waktu 1 sampai 2 menitan, jadi silakan bersabar dulu.
misalnya WDTV mendapatkan IP 192.168.0.123, lakukan telnet 192.168.0.123, user root dan password-nya kosong. segera ganti password anda, dan untuk sesi berikutnya jika sudah ditambahkan dropbear SSH, kita bisa melakukan SSH ke WDTV.

saya memakai file server ubuntu jaunty di rumah. berdasarkan forum WDTV, tampaknya yang paling efisien untuk transfer file di jaringan bagi WDTV ini adalah NFS. samba sebenarnya juga bisa, namun saya setelah coba sendiri memutar film 1080p, dengan menggunakan samba rada keteteran untuk adegan aksi yang cepat, sementara jika menggunakan NFS, WDTV bisa memutarnya dengan mulus. silakan setting NFS sesuai dengan petunjuk di help.ubuntu.com ini.
setelah selesai setting NFS server, silakan sunting file net.mounts untuk menambahkan NFS share mana saja yang akan diakses oleh WDTV. file ini bisa ditaruh di dalam USB drive yang nanti ditancapkan ke WDTV, atau ditaruh secara permanen di flash memory WDTV di dalam folder /conf (menggunakan plugin pureftpd tadi).
agar bisa menampilkan share ini di WDTV, ubah setting WDTV agar Media Library = On (seharusnya tidak perlu, tapi saya belum mencobanya kembali), lalu masuk ke menu View Folders, nanti seharusnya muncul share yang sudah didefinisikan dalam net.mounts. selamat, sekarang anda bisa memutar langsung file yang ada di dalam jaringan melalui WDTV ini! ๐
sekedar catatan, firmware WDLXTV ini masih belum terlalu stabil. untuk menjaga kestabilannya, saat ingin berhenti memutar film, yakinkan untuk menekan tombol STOP di remote (pada firmware normal, biasanya kita bisa menekan tombol BACK untuk kembali ke menu, namun jika ini dilakukan pada WDLXTV saat memutar film, biasanya sistem menjadi tidak stabil). kemudian, USB drive yang berisi file-file plugin tadi tidak bisa dicopot selama WDTV teraliri listrik (bukan sekedar OFF dari remote). saran dari saya adalah carilah USB drive terkecil (baik fisik maupun ukuran besar memorinya) yang nanti akan terus menempel selamanya di WDTV ini. kemudian, jika WDLXTV ini menjadi tidak stabil, satu-satunya cara untuk menyembuhkannya adalah dengan cold reset (mencopot aliran listrik dari WDTV).
untuk menguji kecepatan USB Ethernet 10/100 murahan yang saya pakai, saya melakukan ini:
[sourcecode language=”bash”]# time cat revenge-of-the-nerds.avi > /dev/null
real 2m 26.73s
user 0m 0.50s
sys 1m 28.73s
# ls -al revenge-of-the-nerds.avi
-rwxrwxrwx 1 default default 735094784 Feb 16 05:39 revenge-of-the-nerds.avi[/sourcecode]
dari hasil di atas, bisa dilihat kecepatan transfernya adalah sekitar 38.22 Mbps atau 4.77 MB/detik, masih cukup cepat untuk memutar file MKV 1080p. saya sudah berencana mencoba menggunakan Belkin Gigabit Ethernet USB, mungkin bisa mencapai kecepatan transfer yang lebih tinggi lagi. sayangnya gigabit switch yang saya pergunakan, TP-LINK SG1008 ternyata tidak mendukung jumbo frames (MTU = 9000). saran saya, jika ingin membeli gigabit switch, cari yang sudah mendukung jumbo frames (misalnya TP-LINK SG1008D, ini versi desktop yang lebih baru ketimbang versi rak milik saya tadi) agar kecepatan transfer bisa jauh lebih besar.
Leave a Reply to bofer Cancel reply