Pagi-pagi kena macet lewat jalan tikus, di perempatan ada orang minta sumbangan pembangunan masjid bersebelahan dengan penjual pisang goreng pasir.
Kepikiran mestinya yang minta sumbangan harusnya kewalahan menerima sumbangan karena itu seperti membeli kapling di surga, tapi kenyataannya si penjual pisang goreng yang lebih banyak mendapatkan uang hasil jualannya.
Kok bisa ya janji surga kalah menarik ketimbang materi dunia fana selevel pisang goreng?

View on Path


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *