kemarin malam saya bertanya kepada priyadi, kenapa OS/2 buatan IBM akhirnya mati. jawaban pertama dari dia adalah, karena bisa menjalankan aplikasi win32. jawaban ini mungkin ada benarnya, tapi bukan berarti ini adalah penyebab utama, karena linux dan mac OS X pun bisa menjalankan aplikasi win32 baik dengan emulasi dan virtualisasi, dan mereka masih tetap berkembang, tidak seperti OS/2.
saya juga mempertanyakan kenapa priyadi sering terlihat mempergunakan konqueror dalam menuliskan balasan komentar di blognya, walaupun kadang dia mempergunakan browser lain. jawaban dia adalah faster than firefox, yang buat saya adalah jawaban yang bagus.
kembali ke OS/2, saya termasuk yang membeli OS/2 warp 3 orisinal saat launching di jakarta, harganya waktu itu sekitar 150 ribu rupiah, dan waktu itu saya termasuk percaya bahwa sistem operasi ini jauh lebih baik ketimbang microsoft windows (saat itu masih windows 3.x). sayangnya, ternyata orang IBM sendiri tidak percaya pada produknya sendiri, walaupun mereka berjualan OS/2, mereka di kantor menggunakan windows sebagai sistem operasi mereka. cerita akhirnya sudah kita ketahui bersama, akhirnya OS/2 mati.
jadi ketika saya bertanya kepada priyadi what do the majority thinks what is useful, dalam konteks komentar-komentar yang ada di blog priyadi, baik saya maupun priyadi sudah tahu apa jawabannya, dan mungkin termasuk anda, pembaca blog saya yang juga sering membaca blog priyadi. kalau ada yang belum tahu jawabannya, silakan baca lagi tulisan walking the path dari saya.
tulisan saya sebelumnya tentang getting the point juga menimbulkan berbagai opini. salah satunya dari yang menamakan dirinya Obyektif:
ββ¦ orang kalau sudah kalah berdebat, yang diserang adalah orangnya (yang punya pendapat), bukan pendapatnya. β¦β
Seperti siapa ya? π
kalau sudah melakukan pointing fingers seperti ini, jawabannya sebenarnya sudah ada di dalam kalimat di atas.
kemudian i made wiryana juga menulis seperti ini:
Sebagai pertimbangan, bagaimana dengan promosi pencegahan AIDS yang disampaikan oleh artis seperti Fredy Mercury, atau mereka yang terkena AIDS juga.
yang dibalas oleh sirait dengan ini:
orang yang kena AIDS mereka tidak suka kena AIDS, makanya mendukung pencegahan AIDS.
tapi beda dengan kasus windows ini. pengguna windows itu suka pake windows kok. orang2 itu lebih prefer windows ketimbang linux desktop. yang gak mereka suka itu beli windows.
sama dengan kasus AIDS. mereka itu mendukung pecegahan AIDS. bukan mendukung βanti free sexβ misalnya.
saya pikir tulisan sirait yang paling menggambarkan apa maksud saya. bisa saya tambahkan bahwa analogi dari IMW, meminjam perkataan dari priyadi dalam percakapan kami semalam, flawed analogy, karena bukan berarti sang penderita AIDS yang berkampanye tentang pencegahan AIDS masih terus aktif menularkan penyakitnya kan? beda dengan contoh perokok yang berkampanye anti rokok sembari merokok. π
jadi, kalau masih mengikuti tulisan saya ini, saya lebih menekankan pada practice what you preach, bukan “menyerang pribadi” seperti yang diisyaratkan oleh Obyektif. dalam prakteknya memang kebanyakan orang percaya dan menganggap windows lebih berguna, lalu kenapa bersusah-susah berkampanye anti windows? π
atau seperti kata sirait, mungkin maksud mereka lebih ke kampanye windows yang free, yang tentu saja bisa jadi merupakan solusi untuk pemerintah untuk blunder kasus MoU ini.
Leave a Reply to mubiar Cancel reply