saya sehari-harinya adalah pengguna sistem operasi windows, linux dan mac. biasanya kalau ditanyakan seberapa bagus antarmuka grafis dari ketiga sistem operasi tersebut, secara subjektif urutannya adalah mac, windows dan linux yang paling buntut. namun ketika window manager untuk linux seperti beryl muncul, urutannya menjadi berubah total, masih secara subjektif saya akan mengurutkan menjadi linux, mac dan paling buntut adalah windows (ini berdasarkan pengalaman terakhir di windows XP, saya sendiri belum pernah mencoba windows vista versi retail).
sebenarnya tahun lalu saya sudah mencoba window manager compiz, namun karena masih sangat buggy akhirnya saya tinggalkan. setelah memperhatikan bahwa yang sekarang sedang hangat dibicarakan adalah beryl, akhirnya saya beranikan diri untuk mencoba kembali window manager 3D ini.
berdasarkan info dari andy di milis id-ubuntu, cara termudah untuk instalasi beryl adalah:
Beryl langsung working out of the box di Feisty hanya dengan beberapa langkah saja:
– Install Nvidia restricted driver
– sudo nvidia-xconfig –add-argb-glx-visuals
– sudo apt-get install beryl emerald-themes
– Restart X (Ctrl + Alt + Backspace)
– Sudah deh tinggal aktifkan saja si Beryl
setelah saya lakukan hal di atas, beryl bisa diaktifkan namun ternyata window decorator-nya hilang! setelah saya coba googling, akhirnya saya menemukan bahwa colordepth harus 24 bit, sementara feisty saya masih 16 bit. yang harus dilakukan adalah menyunting file /etc/X11/xorg.conf dan mengubah bagian Screen di baris DefaultDepth dari 16 ke 24. memang agak aneh harus sampai manual menyunting konfigurasinya, sementara saya lihat di fedora untuk mengubah colordepth bisa dilakukan melalui antarmuka grafis.
karena saya menggunakan gnome, maka saya juga menambahkan beryl window decorator heliodor yang memang didesain untuk terintegrasi dengan gnome. semua ini saya pasang di komputer tua saya: Athlon 900+ MHz, memori 384 MB dan kartu grafis GeForce4 MX440 64 MB. walaupun manfaat beryl sejauh ini cuma eye candy, oleh karena beryl, linux + komputer yang lumayan tua masih berani ditandingkan dengan windows vista dari sisi eye candy juga.
Leave a Reply to asfin A Cancel reply