beberapa waktu yang lalu saya berkesempatan memotret model tintin milik istri saya, berupa Tintin, Snowy, Thomson dan Thompson mengendarai sebuah mobil dalam cerita Cerutu Sang Faraoh:

foto jarak dekat dari samping para penumpangnya:
foto dari depan:

foto jarak dekat para penumpangnya:

setelah pemotretan ini, akhirnya saya membaca lagi bukunya. dan ternyata dengan pengalaman membaca hampir semua buku Tintin dan juga dengan memeriksa ke wikipedia, saya menemukan beberapa inkonsistensi dalam cerita cerutu sang faraoh versi bahasa inggris ini. pertama adalah ini:
Snowy mengatakan “I’d settle for Marlinspike.” padahal Marlinspike Hall, tempat tinggal Kapten Haddock, baru akan muncul di cerita Rahasia Unicorn, dan baru dibelikan oleh Profesor Calculus untuk menjadi tempat tinggal Kapten Haddock dalam cerita Harta Karun Rackham Merah. untuk lebih jelasnya ini adalah urutan kronologis kisah Tintin:
- Tintin di Rusia (1930)
- Tintin di Kongo (1931)
- Tintin di Amerika (1932)
- Cerutu Sang Faraoh (1934)
- Lotus Biru (1936)
- Patung Kuping Belah (1937)
- Rahasia Pulau Hitam (1938)
- Tongkat Raja Ottokar (1939)
- Kepiting Bercapit Emas (1941)
- Bintang Jatuh (1942)
- Rahasia Kapal Unicorn (1943)
- Harta Karun Rackham Merah (1944)
- Tujuh Bola Ajaib (1948)
- Tawanan Dewa Matahari (1949)
- Negeri Emas Hitam (1950)
- Ekspedisi ke Bulan (1953)
- Penjelajahan di Bulan (1954)
- Penculikan Calculus (1956)
- Hiu-Hiu Laut Merah (1958)
- Tintin di Tibet (1960)
- Jamrud Castafiore (1963)
- Penerbangan 714 (1968)
- Tintin dan Picaros (1976)
dalam panel di atas, Tintin menyatakan bahwa itu bukan kali pertama dia bertemu dengan Rastapopoulos. dari kronologi kisah Tintin, sebenarnya itu adalah kali pertama Tintin bertemu dengan Rastapopoulos, kecuali kalau dalam kisah Tintin di Amerika sebenarnya mereka sudah pernah bertemu dalam sebuah acara makan malam (walau tidak pernah disebutkan nama Rastapopoulos).
ini adalah inkonsistensi yang paling aneh. diperlihatkan dalam panel di atas seseorang membawakan buku kisah petualangan Tintin, yang dari sampulnya sangat jelas terlihat bahwa itu adalah Ekspedisi ke Bulan. secara kronologis hal ini sudah salah, ditambah lagi dalam kisah Ekspedisi ke Bulan, tokoh detektif Thomson & Thompson sudah saling kenal dengan Tintin, sementara dalam kisah Cerutu Sang Faraoh, ini adalah kali pertama Tintin berkenalan dengan Thomson & Thompson:

rupanya semua ini terjadi karena memang urutan penerbitan Tintin hasil terjemahan di negara inggris tidak mengikuti kronologi kisah Tintin yang sebenarnya. kisah Cerutu Sang Faraoh ini dicetak belakangan setelah Rahasia Kapal Unicorn dan Harta Karun Rackham Merah, ini menjelaskan mengapa Snowy menyebut Marlinspike Hall, dan juga menjelaskan munculnya buku Ekspedisi ke Bulan dalam kisah ini.

Leave a Reply to aru fian Cancel reply