dalam tulisan jay tentang kata seronok, diungkapkan pendapat jay bahwa terjadi kesalahan pemaknaan kata seronok. saya sendiri sudah berkomentar bahwa itu mungkin makna peyoratif, namun aji menuliskan komentar yang menurut saya lebih tepat, bahwa bahasa itu dinamis, sehingga bisa saja terjadi pergeseran makna. saya sendiri mengambil kesimpulan tentang pergeseran makna kata setelah saya melihat acara oprah winfrey show di metro tv yang menampilkan kyle maynard.
saat saya mencari entri kyle maynard di wikipedia, yang saya temukan justru artikel tentang eufemisme, yaitu ungkapan yang lebih halus sebagai pengganti ungkapan yang dirasakan kasar. sebagai contoh dalam bahasa indonesia, disebutkan bahwa kita tidak menyebutkan tempat kencing, melainkan kamar kecil.
di entri eufemisme dalam bahasa inggris, ada fenomena yang disebut sebagai euphemism treadmill. sebagai contoh yang mirip dengan contoh dalam bahasa indonesia, awal eufemisme untuk WC adalah toilet room, lalu menjadi bathroom dan water closet, sampai akhirnya menjadi rest room dan WC. lalu ada lagi contoh menarik:
- lame → crippled → handicapped → disabled → differently-abled
usaha penghalusan kata atau eufemisme untuk kata disabled di indonesia sendiri juga sudah dimulai dengan mempromosikan kata difable.
ada juga kebalikan dari eufemisme, yaitu pergeseran makna kata yang tadinya sangat vulgar menjadi biasa digunakan dalam percakapan sehari-hari, istilahnya dysphemism treadmill. sebagai contoh adalah kata sucks, untuk menggambarkan sesuatu yang tidak mengenakkan, itu berasal dari frasa that sucks cock, yang artinya adalah fellatio. lalu ada lagi kata scumbag, yang mempunyai arti “orang yang menyebalkan”, makna aslinya adalah kondom yang sudah dipergunakan.
kembali ke topik awal, kata seronok mungkin memang punya makna asli sedap dipandang, namun karena memang sifat bahasa yang dinamis, mengalami peyorasi sehingga bergeser maknanya menjadi eufemisme dari sesuatu yang menggiurkan atau seduktif.
Leave a Reply to Bayu Arief Cancel reply