
salah satu imbas dari kehebohan soal penemuan “rekaman asli” lagu indonesia raya adalah melonjaknya kunjungan ke blog saya ini, mencapai 770 view.
OMG INDONESIA RAYA ITU TERNYATA 3 STANZA!
ternyata banyak yang menganggap bahwa lagu indonesia raya yang terdiri dari 3 stanza, dan bukan 1 stanza seperti yang biasa dinyanyikan atau diperdengarkan, merupakan “penemuan baru”. salah satu contoh yang mengira 3 stanza ini baru terungkap:
wah, semoga sejarah lain tentang bangsa ini yang belum terungkap bisa segera terungkapโฆ bisa jadi karena human error (kita nggak pandai mencatat), bisa karena kesengajaan, dll.
ada beberapa hal yang perlu diluruskan. pertama, sepenangkapan saya, yang dipersoalkan itu adalah ditemukannya rekaman dalam bentuk film yang dibuat tahun 1944. apakah yang ditemukan itu adalah pita seluloid yang menurut pemberitaan okezone berasal dari perpustakan (atau museum?) leiden di belanda, atau hanyalah salinan digitalnya, ini masih belum jelas, karena saya sendiri tidak yakin sebuah perpustakaan/museum leiden rela menyerahkan salinan asli pita seluloid-nya ke seorang roy suryo. saya sendiri lebih cenderung berasumsi bahwa roy suryo melalui berkas-berkas yang dimiliki oleh yayasan airputih menemukan salinan digital rekaman film tersebut dan lalu berusaha menelusuri asal dari salinan digital tersebut, dan sampai ke perpustakaan/museum leiden di belanda.
kedua, lagu indonesia raya berupa 3 stanza itu sudah diajarkan di sekolah-sekolah di indonesia. bagaimana bisa banyak orang indonesia sampai tidak mengetahui hal ini, sepertinya merupakan petunjuk tidak langsung mengenai kualitas pendidikan di indonesia. berikut dari diskusiweb.com, tentang seseorang yang memeriksa koleksi bukunya:
- Indonesia Persadaku, penyusun W.S. Simajuntak, th terbit cetakan pertama 1984 , kode buku TT. 0016.02.1984 (Februari 1984?) terbitan Titik Terang hal 9 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 10 utk 2 stanza yg laen (cover warna hijau tua, kayanya ini yg umum dipake)
- Cintaku Negeriku, Kumpulan Lagu Wajib dan Perjuangan, penyusun DS. Soewito M, th terbit gak jelas, cuma ada kode buku : T.T. 0102.04.94 (April ’94 kah?) terbitan Titik Terang hal 9-12 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 12 utk 2 stanza yg laen (dua edisi, satu edisi cover warna kuning telur, edisi yg lain cover warna biru)
- Lagu Nasional dan Lagu Daerah, penyusun Joko Susilo, th terbit gak ada, penerbit gak ada hal 3 utk yg teks yg diketahui scr umum, hal 3 utk 2 stanza yg laen
jadi, lagu indonesia raya terdiri dari 3 stanza ini bukanlah sesuatu yang “baru terungkap”, seperti yang sudah saya berusaha jelaskan di tulisan saya sebelumnya. namun mengapa yang umum diperdengarkan hanyalah stanza (bait) pertama saja? jawabannya ada di peraturan pemerintah no. 44 tahun 1958, bab I, pasal 2, ayat 2:
(1)Pada kesempatan-kesempatan di mana diperdengarkan Lagu Kebangsaan dengan alat-alat musik, maka lagu itu dibunyikan lengkap satu kali, yaitu satu strofe dengan dua kali ulangan.
(2)Jika pada kesempatan-kesempatan Lagu Kebangsaan dinyanyikan, maka lagu itu dinyanyikan lengkap satu bait, yaitu bait pertama dengan dua kali ulangan.
(3)Jika dalam hal tersebut pada ayat 2 di atas, Lagu Kebangsaan dinyanyikan seluruhnya, yaitu tiga bait, maka sesudah bait yang pertama dan sesudah bait yang kedua dinyanyikan ulangan satu kali dan sesudah bait penghabisan dinyanyikan ulangan satu kali dan sesudah bait penghabisan dinyanyikan ulangan dua kali.
PEMBERITAAN DI OKEZONE
situs okezone yang merupakan tempat saya mendapatkan berita tentang hal ini, menulis artikel yang masih berhubungan: “Beredar Milis Penemu Lagu Indonesia Raya Asli Bukan Tim Air Putih”. di dalam tulisan tersebut, ada yang menarik perhatian saya:
Beberapa milis dan situs yang pernah mempublish itu antara lain, http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya,
http://yulian.firdaus.or.id/2005/03/09/hari-musik-nasional/
http://www.freelists.org/archives/ppi/08-2005/msg00346.html
hmm, di mana ya saya pernah melihat 3 URL di atas?
BANTAHAN DARI AIRPUTIH
dalam sebuah pemberitaan di metro tv, tertulis bahwa roy suryo memimpin tim air putih:
Lagu Indonesia Raya di Museum Leiden itu ditemukan beberapa ahli teknologi yang tergabung dalam Tim Air Putih pimpinan Roy Suryo. Menurut Roy, awalnya Tim Air Putih hanya ingin mencari dokumentasi gambar tentang Indonesia. Namun, dalam pencarian tersebut, Tim berhasil menemukan rekaman video berisi lagu Indonesia Raya.
menanggapi pemberitaan tersebut, di milis telematika tertulis bantahan sebagai berikut:
- Tim Yayasan AirPutih tidak pernah dipimpin oleh Roy Suryo untuk kegiatan ini maupun kegiatan lainnya
- Roy Suryo juga bukan anggota Tim Yayasan AirPutih, beliau simpatisan saja
- Tim Yayasan AirPutih tidak secara khusus memiliki program pencarian seperti yang diberitakan, baik itu yang bersifat bantuan kepada pihak lain, maupun riset secara khusus terhadap material-material kuno seperti diberitakan
- Yayasan AirPutih tidak memiliki kompetensi di bidang kesejarahan maupun di bidang penelitian material kuno maupun peninggalan-peninggalan
- Kegiatan pengumpulan material ini dari berbagai sumber, dilakukan Yayasan AirPutih tidak secara resmi, hanya dimaksudkan sebagai hobi, ketertarikan pribadi anggotanya dan sebenarnya digunakan untuk kepentingan sendiri.
KARAKTER ASINAN
karakter asinan adalah sebuah idiom khas di milis id-gmail yang merupakan pelesetan dari character assasination. istilah character assasination ini adalah istilah yang sangat sering ditujukan oleh roy suryo ke orang-orang yang pendapatnya berseberangan dengannya. pada kenyataannya, hal sebaliknya yang selalu terjadi, seperti insinuasi yang dilakukan oleh roy suryo terhadap des alwi:
Bagaimana dengan pengakuan Des Alwi, dia kan juga mengaku punya rekaman asli Indonesia Raya?
โBoleh saja dan mungkin saja Pak Des Alwi punya. Tapi, kenapa beliau tak menyerahkannya ke negara? Rekaman asli Indonesia Raya itu kan mestinya milik negara?โ Roy balik bertanya.
Roy lalu menjelaskan bahwa dia tak bermaksud menjadi orang yang pertama kali menemukan dokumen rekaman Indonesia Raya versi 3 stanza. Dia hanya orang yang kebetulan menemukan dokumen itu, lalu menyerahkannya ke negara. Itu saja.
โKalau ada orang lain yang mengaku lebih dulu menemukan atau memiliki dokumen itu, ya silakan saja,โ kata Roy. โSaya malah curiga ada kepentingan ekonomi pada diri orang-orang yang selama ini menyimpan dokumen itu, tapi tak segera menyerahkannya pada negara.โ
terlepas apakah pernyataan roy suryo di atas merupakan karakter asinan atau bukan, penjelasan des alwi seperti yang dikutip oleh metro tv seharusnya sudah sangat menjawab pernyataan roy suryo tersebut:
Menurut Des Alwi, sejak 1954 hak kepemilikan atas lagu tersebut telah diambil alih oleh pemerintah melalui Kementerian Penerangan. Setelah dimiliki pemerintah, rekaman tersebut kemungkinan hilang pada `50-an.
Dalam sebuah surat dari Kementerian Penerangan tertanggal 11 November 1953 yang ditunjukkan Des Alwi disebutkan bahwa pemerintah meminta kepada Yop Kim Tjan agar lagu tersebut dimiliki oleh negara dan melarang reproduksinya.
berdasarkan keterangan di atas, saya tidak melihat adanya kepentingan ekonomi yang bisa didapatkan oleh des alwi.
PENUTUP
sebagai penutup, dalam sebuah pemberitaan lain di okezone, dikabarkan katon bagaskara dan nugie akan menyanyikan lagu indonesia raya dengan tempo sesuai dengan rekaman film tersebut:
Kemudian menurut Roy, setelah melihat rekaman asli yang diproduksi oleh Chuuoo Sangi-In (DPR zaman Jepang, red) pada September 1944 itu, Katon dan Nugie ingin sekali menyanyikan kembali Indonesia Raya versi asli dengan tempo sesuai aslinya. โMereka berdua tertarik ingin menyanyikan lagu itu sesuai irama aslinya,โ jelas Roy.
saya hanya berharap mereka (roy suryo, katon dan nugie) sudah mempelajari terlebih dulu peraturan pemerintah no. 44 tahun 1958, terutama pada bagian bab V, pasal 8, ayat 2:
(2)Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini.
UPDATE
- Roy Suryo Dipanggil Menbudpar dan Mensesneg
Terhadap tuduhan bahwa penemuannya tidak baru, Roy malah balik mempertanyakan kenapa tidak pernah diungkap sebelumnya. “Ada di mana lu? Kenapa mereka baru ngomong sekarang. Itu kan seperti pahlawan kesiangan,” kilahnya. - Tak Benar ‘Indonesia Raya’ 3 Stanza Ditemukan di Server Belanda
- Roy Suryo Diduga Sekadar Ngopi Harddisk Air Putih
- Air Putih Akhirnya Buka Mulut
Air Putih juga membenarkan bahwa klip Indonesia bernilai sejarah yang tinggi tersebut tidak ditemukan di sebuah server di Belanda seperti yang banyak diberitakan oleh sejumlah media selama ini. Klip tersebut telah berada di harddisk salah satu notebook milik Air Putih cukup lama, tetapi tidak dapat dipastikan kapan didownload-nya dan oleh siapa tepatnya. - Roy Suryo: Ke Mana Saja Mereka Selama Ini?
Dengan munculnya kritik dan cercaan berbagai kalangan terhadap dirinya yang mempertanyakan asal-usul dan otentisitas kepemilikan hasil temuan Indonesia Raya tiga stanza tersebut, Roy mengibaratkan masalah itu bagaikan kisah Telur Columbus.
“Ini semua ibarat kisah Telur Columbus, dimana semua awalnya diam, namun giliran muncul saling berdebat,” kata Roy.
catatan: kisah telur columbus merupakan analogi bahwa setiap orang bisa melakukan sesuatu hal setelah diberitahukan caranya. - Roy Suryo: Mereka Ibaratnya Tukang Kebun
“Mereka (beberapa aktivis Air Putih) nggak quotable. Kenapa mereka yang di-quote tapi bukan ketuanya? Setahu saya, sepanjang saya mengerti, yang berhak bicara mewakili Air Putih hanya mas Heru Nugroho (Dewan Penasehat Air Putih – Red.),” ujarnya.
Roy pun mengibaratkan sejumlah aktivis Air Putih tersebut sebagai tukang kebun. “Ibaratnya di Istana, SBY juga punya tukang kebun. Tapi apakah tukang kebun itu layak di-quote statement-nya? Jadi, kalau mereka tidak mengerti dan tidak tahu pasti apa yang saya dan mas Heru Nugroho lakukan, buat apa memberikan statement kalo mereka tidak mengerti,” tegasnya.
catatan: dalam struktur organisasi airputih, ketuanya bukanlah heru nugroho, melainkan ahmad suwandi, orang yang dianggap sama dengan tukang kebun oleh roy suryo. - Air Putih: Belum Koordinasi, Roy Suryo Nyolong Start
- Catatan Air Putih: Kepingan Sejarah Indonesia Digital
Teknologi, bagaimanapun adalah suatu kemajuan yang selain meningkatkan peradaban dan sekaligus mengakibatkan berbagai dampak, namun juga memberikan banyak potensi baru yang menarik secara komersial (bisnis). Sayangnya, isu teknologi di Indonesia malah hanya dijadikan komoditas politis dan popularitas. Sementara substansinya tak tersentuh.

Leave a Reply to adrian syah Cancel reply