beberapa hari terakhir ini saya memperhatikan iklan marimas orenggo (spelling?) sedang gencar ditayangkan tv. iklan tersebut memperlihatkan anak kecil (yang saya ingat ada anak kecil perempuan berkacamata yang berumur 9 tahun, dan versi yang lain anak kecil laki-laki berseragam pramuka) yang menyatakan bahwa marimas menyegarkan, dan berkata “mau bukti?”, lalu diperlihatkan sebuah apel dipotong-potong, sebagian ditaruh di piring, sebagian dicelupkan dalam minuman marimas. selang berapa lama diperlihatkan kalau apel di piring berubah warnanya menjadi kecoklatan, sementara yang tercelup dalam marimas warnanya tidak berubah menjadi kecoklatan.
apa sih sebenarnya yang terjadi? proses potongan buah apel menjadi coklat merupakan proses alami, akibat dari teroksidasinya enzim polyphenol oxidase (PPO) yang terdapat dalam buah apel yang menjadi katalis terjadinya polimerisasi yang membentuk secara cepat melanin, pigmen berwarna coklat yang membuat potongan apel tersebut berubah warna menjadi kecoklatan. salah satu cara untuk mencegah perubahan warna ini adalah dengan melumuri atau mencelupkan potongan apel ini ke sari jeruk atau cairan asam lainnya, sehingga kadar keasaman jadi tinggi dan menghalangi enzim PPO bekerja:
Lemon juice and other acids are used to preserve color in fruit, particularly apples, by lowering the pH and removing the copper site necessary for the enzyme to function.
jadi, yang sebenarnya terbukti hanyalah kalau marimas orenggo itu bersifat asam, yang menjadi inhibitor bekerjanya enzim PPO, tidak ada hubungannya dengan apakah minuman tersebut menyegarkan atau tidak. yang saya sangat sayangkan adalah pemanfaatan anak kecil untuk iklan yang menyesatkan dan tidak informatif ini.
TAUTAN
Leave a Reply to Oncho Cancel reply