ternyata urusan ucapan bukan urusan pemerintah masih berkelanjutan. masih tokoh yang sama, menteri perindustrian fahmi idris dalam kesempatan bertemu dengan seratus lebih pengusaha di kantor kamar dagang dan industri (KADIN) membuat berita di koran kompas:
Suasana mulai berubah ketika Fahmi mengutarakan bahwa dirinya sangat tidak suka jika pengusaha mengeluarkan ancaman. Justru hobi saya itu mengancam. Jadi, tentu lebih jago, ujarnya.
jadi, bapak menteri yang satu ini memang pada dasarnya tidak bisa mengayomi, karena hobinya justru mengancam. lantas apa bedanya bapak menteri dengan preman pasar?
Leave a Reply to aldi Cancel reply