bukan untuk komersial

,

copyright

Terkait adanya Departemen Pemerintahan dan lembaga penegak hukum yang masih menggunakan piranti lunak bajakan, Donny hanya menjawab singkat. “Mereka kan bukan menggunakan untuk tujuan komersil,” kelitnya.

begitulah sebuah paragraf pemberitaan di detik berjudul razia pengguna software bajakan hinggapi jakarta selatan. donny a. sheyoputra sendiri merupakan perwakilan dari BSA, Business Software Alliance.

memang, di dalam pemberitaan di detik itu sendiri tertulis:

Piranti lunak yang tidak memiliki lisensi tersebut mencakup piranti lunak dari Adobe, McAfee, Microsoft, dan Symantec. Dua perusahaan tersebut ditengarai melanggar UU Hak Cipta no 19 tahun 2002 pasal 72 ayat 3.

lalu apa isi dari pasal 72 ayat 3 undang-undang hak cipta no 19 tahun 2002? ini saya dapatkan dari wikisource indonesia:

(3) Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak memperbanyak penggunaan untuk kepentingan komersial suatu Program Komputer dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp 500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah).

kalau dilihat dari isi ayat tersebut, sepertinya memang ada loophole alias celah ya, terutama untuk pengguna perangkat lunak bajakan yang tidak menggunakannya secara komersial. berdasarkan pernyataan donny ditambah dengan isi pasal 72 ayat 3 di atas, apakah itu berarti pengguna rumahan bebas menggunakan perangkat lunak bajakan tanpa perlu takut dirazia, selama tidak menggunakannya untuk tujuan komersil?

disclaimer: saya bukan pengacara, dan tidak fasih di bidang hukum, jadi sangat ditunggu masukan dari orang-orang yang berkecimpung dalam bidang hukum ini.


26 responses to “bukan untuk komersial”

  1. Avatar Priyadi

    THE FIRST ONE ALWAYS FREE

  2. Avatar judith

    mau komersial atau tidak namanya aparat pemerintah harus berikan contoh bagi masyarakatnya .
    apalagi mereka memiliki anggaran yg bersumber di apbn
    jadi jangan seenaknya meminta masyarakat menggunakan produk legal lalu mereka berlindung dibalik senjata hukum yang menyatakan non komersial ..

    sigh …

  3. Avatar dikshie
    dikshie

    wah komputer saya dirumah boleh pake bajakan juga ngga ya
    kan bukan utk komersial 🙂

  4. Avatar maseko

    Sik asik-asik.. beli rapidshare premium, download software-software bajakan, gak usah bagi-bagi ke teman apalagi jualan, install sendiri, pake sendiri-> tidak melanggar hukum.

    Kasian pembuat software..

  5. Avatar Anonime
    Anonime

    Wah, ngapain susah2 pakai yang free/opensource ya? Kalau bukan untuk komersil boleh pakai bajakan. Mulai sekarang, ayo kembali gunakan software bajakan!

  6. Avatar Ananda Putra

    Menurutku, setiap kali kita menginstall software (terutama di paltform Windows, mac saya gak tahu), selalu ditampilkan EULA, ketika kita pencet tombol “I Agree”, berarti kita sudah setuju dengan perjanjian yg tercantum di EULA tsb.

    Dan aku baru baca dari milis id-gmail.. ternyata ada kalusul di kitab undang-undang hukum perdata, pasal 1338:

    “1338. Semua persetujuan yang dibuat sesuai dengan undang-undang berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.”

    Nah, skr kita lihat apakah EULA yg mencantumkan larangan memperbanyak softwarenya baik secara komersil dan non-komersil, melanggar UUHC No. 19 Tahun 2002 Pasal 72 ayat 3 tsb di atas.

    Sekali lagi menurutku.. EULA tidak bertentangan dengan pasal UUHC tsb karena pasal/ayat UUHC tsb HANYA mengancam org yg memperbanyak software secara komersial, yang sama dengan apa yg kita setujui di EULA. Utk hal yg “non-komersil” tidak di atur dlm pasal/ayat UUHC yg disebutkan tsb (atau saya tidak tahu ada/tidak pasal lain yg ngaturnya).

    Kembali ke ketentuan di kitab undang-undang hukum perdata pasal 1338, maka EULA berlaku sbg UU.

    Jadi, pemerintah hingga pemakai software rumahan yg meskipun tidak bertujuan komersil menggunakan/memperbanyak suatu software yg di dalamnya ada EULA tanpa izin adalah tetap melanggar hukum.

  7. Avatar Riyogarta

    (3) Barangsiapa dengan sengaja ….

    Waduh, saya gak sengaja tuh :p

  8. Avatar toni
    toni

    “Mereka kan bukan menggunakan untuk tujuan komersil,”

    … untuk main solitaire dan ngebrows detik ….

  9. Avatar Catshade

    Pantes Glodok-Mangga Dua nggak pernah dirazia ya, kan kebanyakan konsumennya adalah pengguna non komersial 😀

    Ini juga berarti CD/DVD game kopian, selama gak dipake buat ngerental, adalah halal, karena toh kita gak bisa menghasilkan uang dari penggunaan software itu (contrary to office/productivity software) 😛

    YAY~!

  10. Avatar blackclaw

    Sebenarnya susah juga, karna skala industri pengguna sw bajakan di indonesia itu industri sangat kecil antar teman yang tidak wajip npwp, jadi apa kata dunia? 😀 TAPI SEBENARNYA Tidak masalah sih… Yang penting fansub tetep masuk ke indonesia. 😀

  11. Avatar warnetubuntu

    Misalkan di warnet saya share film, lagu dan master2 software.. boleh dong?, karena secara teknis saya tidak mengkomersilkan itu.. saya hanya mengkomersilkan warnet… 😀 hmm..

  12. Avatar anggara

    yang jelas dalam UU tersebut, end user tidak bisa kena, yang kena ada yang menggunakannya untuk tujuan komersial, sperti jual beli software, atau software tersebut di pergunakan untuk usaha

  13. Avatar aRuL

    kadang juga pemerintah komersil koq 🙂

  14. Avatar sanggang1979
    sanggang1979

    Kalau gak pake Bajakan mungkin mungkin hanya orang microsoft aja yang tahu Windows………….MAHAL Sich

  15. Avatar kan
    kan

    bajakan emang is the beeeeeest……..seandainya dari dolo nga ada bajakan ya, lom tentu banyak yang tau windows…

  16. Avatar Dyah

    8. …………“Mereka kan bukan menggunakan untuk tujuan komersil,”

    … untuk main solitaire dan ngebrows detik ….”

    bwat blogwalking juga massss……sya jg ga pernah maen solitaire…..hehehe…

    masalahnya, segala sesuatu pengadaan barang atau jasa di pemerintahan sepanjang yang saya tau pakai tender Mas, jd lewat rekanan. Kalo di kantor saya termasuk pengadaan PC sekomplit2nya, kita cuma kasih daftar program yg kita mau trus dipenuhin ama rekanan.

    Jadi sebagai pengguna kita ga tau apakah yg kita pake ini original ato tidak, dan apakah di dalam kontrak dicantumkan mengenai originalitas perangkat lunak yg digunakan.

    jadi, salahkan saja penjual bajakannya hehehehehe….

  17. Avatar mbelgedez

    Mestinya Microsoft, ato aliansinya macem Mc. Afee, Symantec, Adobe, berterima kasih juga pada user Indonesia yang pakai software bajakan. Gara – gara bajakan, produk itu lengket sama masyarakat kita. Bahkan sekarang ini dikasi yang gretongan macem Linux pun ogah….

    (kabur ah, software ku juga bajakan….)

  18. Avatar Irwin Day

    Kita ke prinsip yang paling dasar saja, menggunakan copy right orang lain yang jelas komersil tanpa hak adalah salah. Tapi dasar manusia sukanya nyari celah…apalagi kalo celahnya pas ditengah..eunak tenannn…. 🙂

  19. Avatar superdeuthman

    simple…
    sebentar lagi hari raya…. lebaran bo’

    APARAT LAGI BUTUH DUIT BANYAK…..

    sama kan dengan tahun lalu, kejadiannya sebelum lebaran?

  20. Avatar funkshit

    hue hue hue
    rajin razia klo mau lebaran ato pas tanggal tua aja

  21. Avatar imcw

    yang saya nggak mengerti, mengapa sampe seluruh komputer diangkutin? bahkan sampe monitor…kalo sekedar untuk dijadikan barang bukti khan bisa mengambil hard disk doang…

  22. Avatar Julian
    Julian

    Kita monitor aja, kasusnya bakal di proses terus atau TST !!!

  23. […] 11th, 2007 by ryosaeba masih berkaitan dengan masalah hak cipta perangkat lunak, hari ini saya mendapatkan informasi dari milis gadtorade bahwa di situs BSA sudah disediakan […]

  24. […] 11th, 2007 by ryosaeba masih berkaitan dengan masalah hak cipta perangkat lunak, hari ini saya mendapatkan informasi dari milis gadtorade bahwa di situs BSA sudah disediakan […]

  25. Avatar Wisu

    sekolahan termasuk komersil nggak yah?

  26. Avatar john
    john

    bajakan itu halal lho….pake aja terus.. cuma yang jadi pertanyaannya… gak malu tuh? ngakunya doyan software tp g punya duit buat beli yang ori ? maen wayang aja murah….

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *